Mungkin banyak dari kita sering mendengar kata demensia, dan
mengganggap bahwa demensia adalah sebuah penyakit. Tahukah anda bahwa
sebenarnya Demensia atau biasa di sebut pikun bukanlah sebuah penyakit. namun
merupakan suatu gejala yang disebabkan oleh kelainan pada otak yang
menggambarkan gejala seperti gangguan memori, komunikasi, dan berpikir.
Demensia mempengaruhi cara berpikir, kelakuan dan kemampuan
untuk melakukan kegiatan biasa sehari-hari. Fungsi otak cukup banyak
terpengaruh sehingga mengganggu aktivitas yang di lakukan oleh penderita. ciri
khas munculnya demensia adalah ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari
yang di akibatkan dari berkurangnya kemampuan mengenali dan mengingat .
Penyebab terjadinya demensia
Demensia dapat terjadi akibat Degenerasi neuron atau sel otak,
atau dengan gangguan pada sistem tubuh lainnya yang mempengaruhi cara kerja
neuron. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan demensia, termasuk
penyakit-penyakit pada otak. penyebab yang membuat seseorang mengalami
Demensia, umumnya karena penyakit-penyakit kronik.
Demensia terdiri dari dua jenis kategori demensia yang bisa
disembuhkan dan tidak bisa/belum untuk disembuhkan. Kategori pertama adalah
demensia yang bisa disembuhkan dengan obat dan penanganan yang baik dan intens,
sementara kategori kedua adalah demensia yang terus memburuk dan tidak dapat
cegah dan di obati.
Berikut adalah penyebab demensia yang dapat disembuhkan yaitu:
1.Penyalahgunaan konsumsi zat terlarang dalam jangka panjang
2.Tumor otak yang dapat diangkat
3.Hematoma subdural atau pendarahan di kepala pada rongga
subdural
4.Gangguan kelenjar tiroid
5.Kurangnya vitamin, terutama Vitamin B12
6.Hipoglikemia atau gula darah rendah
7.Hidrosefalus tekanan khas atau membesarnya ventrikel otak yang
dapat menyebabkan hilangnya ingatan
Berikut adalah penyebab demensia yang tidak dapat disembuhkan:
1. Penyakit Alzheimer adalah rupa demensia yang paling umum,
berjumlah kira-kira dua-pertiga dari semua kasus yang telah terjadi. Penyakit
ini menyebabkan berkurangnya kemampuan kognitif secara berangsur-angsur, sering
bermula dengan kehilangan daya ingat. Memburuknya penyakit alzheimer
berlangsung secara perlahan, 8-10 tahun. Para penderita alzheimer biasanya
menunjukan gejala kesulitan untuk mencari kata-kata yang tepat ketika ingin
berbicara dan mudah lupa.
2. Demensia Vaskular penyebabnya di karenakan kerusakan otak
akibat kurangnya aliran darah ke otak, yang menyebabkan kematian beberapa sel
otak dan stroke . Demensia biasa terjadi pada orang yang menderita tekanan
darah tinggi dan pasien yang mempunyai riwayat stroke atau serangan jantung.
3. Demensia Lewy Body Ini merupakan salah satu jenis demensia
yang masih belum dapat di sembuhkan. Gejala utama yang muncul adalah halusinasi
visual dan gejala penyakit patkinson seperti getaran pada tangan dan otot kaku.
Penderita demensia Lewy Body dapat mengalami gangguan tidur, termasuk melakukan
kegiatan saat bermimpi.
4. Demensia Frontotemporal sel-sel otak yang berada pada lobus
transient dan frontal atau daerah depan mengalami penurunan fungsi, yang
berakibat pada kelainan perilaku, bahasa, serta kesulitan dalam berpikir, berkonsentrasi
dan bergerak.
Berbagai Jenis Demensia
Jenis demensia bergantung pada penyebabnya yang merupakan
gangguan organ tubuh akibat penyakit degeneratif. Di samping kerusakan otak
yang menyebabkan penyakit alzheimer, beberapa jenis demensia lain adalah:
1. Demensia vaskuler
Merupakan gangguan kognitif yang terjadi pada penderita stroke
dan sering tidak disadari oleh seseorang. Penderita stroke yang sudah pulih
dari stroke, tidak mengalami kelumpuhan, atau bahkan belum terdiagnosis stroke
dapat mengalami demensia. Penyebab utamanya adalah tersumbatnya pembuluh darah
otak dan pendarahan pada otak. Gejala demensia pada penyakit stroke tergantung
pada bagian otak yang terkena stroke.
Gejala Demensia Vaskuler yang muncul dapat berupa:
1. Gangguan ingatan sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari
2. Kesulitan berbicara dan mengerti perkataan
3. Kesulitan mengenali bentuk dan suara
4. Kebingungan
5. Perubahan mood dan kepribadian
6. Kesulitan berjalan sehingga sering terjatuh saat sedang
mencoba berjalan
2. Lewy bodies demensia (LDB)
Lewy bodies merupakan istilah untuk penumpukan protein
alpa-synuclein pada bagian korteks otak. Kondisi ini akan menyebabkan perubahan
pada otak dan mengakibatkan seseorang mengalami demensia. Beberapa gejala yang
mungkin terjadi adalah:
1. Kesulitan tidur gejala awal yang umumnya disebabkan kondisi
Lewy bodies
2. Kesulitan berpikir jernih, membuat keputusan dan konsentrasi
3. Kesulitan mengingat seuatu
4. Sering berhalusinasi
5. Melamun dengan tatapan kosong alpha-synuclein terjadi pada
range dalam otak yang disebut
6. Kesulitan untuk bergerak, tubuh bergetar dan cenderung lambat
dalam bergerak
7. Demensia pada penyakit Parkinson
3. Demensia yang terjadi pada penyakit patkinson
demensia yang penyebabnya adalah kerusakan sel otak seperti pada
LDB, namun penumpukan protein alpha-synuclein terjadi pada range dalam otak
yang disebut substantia nigra dapat menyebabkan rusaknya saraf otak yang
berfungsi untuk menghasilkan dopamin. Gejala demensia jenis ini sama dengan
gejala LDB dan biasanya muncul setelah 10 tahun mengalami penyakit parkinson.
4. Demensia campuran
Merupakan jenis demensia yang disebabkan oleh beberapa penyakit
yang menimbulkan gejala demensia. Demensia campuran biasanya disebabkan oleh
penumpukan protein pada otak seperti pada kasus LBD dan penyumbatan aliran
darah otak seperti pada demensia vaskuler. Gejala yang ditimbulkan sesuai
dengan gangguan yang menyebabkan demensia pada individu.
5. Demensia frontotemporal
Penyebab utama dari demensia jenis ini adalah kerusakan sel pada
bagian depan otak dikarenakan penumpukan protein dan berbagai penyakit otak
yang disebabkan protein TDP43. Gejala utama dari demensia frontotemporal adalah
gangguan perilaku disertai gejala yang mirip dengan LDB.
6. Penyakit Huntington
Penyakit Huntington berasal dari kelainan genetik yang
menyebabkan seseorang mengalami gejala demensia yang muncul pada usia 30 – 50
tahun, ciri cirinya di antaranya:
1. Gangguan berpikir dan mengingat
2. Gangguan dalam membuat perencanaan dan mengorganisir sesuatu
3. Gangguan berkonsentrasi
7. Demensia Creutzfeldt-Jakob
Demensia yang di akibatkan gangguan otak yang disebabkan oleh
suatu protein prion yang berakibat otak seseorang berubah menjadi bentuk yang
tidak ordinary dari biasanya. Kondisi inilah yang menyebabkan gejala demensia.
Paparan protein prion pada otak akan menyebabkan gejala demensia semakin
memburuk dengan sangat cepat. Gejala yang di akibatkan di antaranya:
1. Mengalami gangguan dalam berpikir
2. Mengalami Kebingungan
3. Perubahan Mood
4. Depresi
5. Otot bergerak tidak biasa
6. Sulit untuk tidur
7. Kesulitan untuk berjalan
8. Hydrocephalus tekanan biasa
Demensia jenis ini disebabkan oleh penumpukan cairan pada otak.
Gejala yang ditimbulkan antara lain:
1. Kesulitan berjalan
2. Kesulitan berpikir dan berkonsentrasi
3. Berubahnya kepribadian dan perilaku
4. Gejala demensia akan menurun keparahannya dengan mengeluarkan
cairan berlebih di dalam otak.
5. Sindrom Wernicke-Korsakoff
Gangguan ini biasanya dialami oleh seseorang yang sudah mengkonsumsi
alkohol dalam jangka waktu yang cukup lama akibatnya otak mengalami kekurangan
vitamin B1. Gejala yang di akibatkan hanya berkaitan dengan gangguan ingatan,
sedangkan kemampuan kognitif lainnya tetap berjalan biasa.
Gejala umum saat Demensia
Demensia mempengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda,
tergantung pada dampak dari penyakit dan kepribadian seseorang sebelum
mengalami sakit tersebut. Tanda-tanda dan gejala terkait dengan demensia dapat
dipahami dalam tiga tahap.. Berikut adalah tanda-tanda demensia:
Tahap awal: tahap awal demensia sering
diabaikan, karena awalnya sebagian orang menganggap hal tersebut hal yang
biasa. Berikut adalah gejalanya
1. Mulai Sering lupa
2. Seperti kehilangan waktu
3. Merasa tersesat di tempat yang commonplace.
Tahap Tengah: saat demensia berkembang ke
tahap tengah, tanda-tanda dan gejala menjadi lebih jelas dan lebih meyakinkan.
Berikut adalah gejalanya:
1. Cepat melupakan kejadian yang baru terjadi dan nama orang
lain
2. Merasa di tempat asing ketika berada di rumah.
3. Memiliki kesulitan untuk berkomunikasi
4. Membutuhkan perawatan pribadi
5. Mengalami perubahan perilaku
Tahap Terakhir: Pada tahap ini penderita
demensia mengalami gangguan ingatan yang semakin serius dan tanda fisik semakin
jelas:
Berikut gejala umumnya:
1. Sering Tidak menyadari waktu dan tempat
2. Mengalami kesulitan mengenali kerabat dan teman
3. Sangat membutuhkan perawat pribadi
4. Mengalami kesuiltan untuk berjalan
Fakta Tentang Demensia:
1.Demensia adalah sindrom di mana ada berkurangnya memori,
berpikir, perilaku dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
2. Meskipun demensia terutama mempengaruhi orang tua, itu bukan
bagian typical dari penuaan.
3. Di seluruh dunia, 47,5 juta orang mengalami demensia dan ada
7,7 juta kasus baru setiap tahun.
4.Penyakit Alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia
dan dapat berkontribusi 60-70% kasus.
5.Demensia adalah salah satu penyebab utama kecacatan dan
ketergantungan antara orang-orang tua di seluruh dunia.
6.Demensia memiliki dampak fisik, psikologis, sosial dan ekonomi
pada perawat, keluarga dan masyarakat.
Pengobatan untuk penderita Demensia
Seseorang yang di diagnosa mengalami demensia, dibutuhkan waktu
untuk benar-benar mempelajari gejala yang timbul. Hal pertama yang dapat
dilakukan ialah berkonsultasi dengan dokter umum.
Pemeriksaan meliputi penyelidikan terhadap kegiatan keseharian
pasien, dan kapan gejala-gejala tersebut timbul. Pemeriksaan fisik
laboratorium, dan mental pasien juga dibutuhkan untuk mendiagnosa demensia.
Ketika demensia sudah terdiagnosis, segeralah merujuk ke
dokter agar segera mendapatkan penanganan
Tag: stroke, demensia, lansia, penyakit kronis, mencegah penyakit stroke, obat stroke, perawat orang tua,pikun,rumah jompo,rumah jompo elit,rumah lansia,rumah orang tua
senior care,senior living,senior living bandung,senior living indonesia,senior living jakarta,usia lanjut,wulan,Leuweung Geulis,Beth kasegaran,Hotel Senior,panti jompo mewah,alzheimer,caregiver,d'khayangan,demensia,lanjut usia,lansia
Tag: stroke, demensia, lansia, penyakit kronis, mencegah penyakit stroke, obat stroke, perawat orang tua,pikun,rumah jompo,rumah jompo elit,rumah lansia,rumah orang tua

Belum ada tanggapan untuk "penyebab demensia dan metode pengobatan yang tersedia"
Posting Komentar