penyebab demensia dan metode pengobatan yang tersedia


Apa itu Demensia?
Mungkin banyak dari kita sering mendengar kata demensia, dan mengganggap bahwa demensia adalah sebuah penyakit. Tahukah anda bahwa sebenarnya Demensia atau biasa di sebut pikun bukanlah sebuah penyakit. namun merupakan suatu gejala yang disebabkan oleh kelainan pada otak yang menggambarkan gejala seperti gangguan memori, komunikasi, dan berpikir.
Demensia mempengaruhi cara berpikir, kelakuan dan kemampuan untuk melakukan kegiatan biasa sehari-hari. Fungsi otak cukup banyak terpengaruh sehingga mengganggu aktivitas yang di lakukan oleh penderita. ciri khas munculnya demensia adalah ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari yang di akibatkan dari berkurangnya kemampuan mengenali dan mengingat .
Penyebab terjadinya demensia
Demensia dapat terjadi akibat Degenerasi neuron atau sel otak, atau dengan gangguan pada sistem tubuh lainnya yang mempengaruhi cara kerja neuron. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan demensia, termasuk penyakit-penyakit pada otak. penyebab yang membuat seseorang mengalami Demensia, umumnya karena penyakit-penyakit kronik.
Demensia terdiri dari dua jenis kategori demensia yang bisa disembuhkan dan tidak bisa/belum untuk disembuhkan. Kategori pertama adalah demensia yang bisa disembuhkan dengan obat dan penanganan yang baik dan intens, sementara kategori kedua adalah demensia yang terus memburuk dan tidak dapat cegah dan di obati.
Berikut adalah penyebab demensia yang dapat disembuhkan yaitu:
1.Penyalahgunaan konsumsi zat terlarang dalam jangka panjang
2.Tumor otak yang dapat diangkat
3.Hematoma subdural atau pendarahan di kepala pada rongga subdural
4.Gangguan kelenjar tiroid
5.Kurangnya vitamin, terutama Vitamin B12
6.Hipoglikemia atau gula darah rendah
7.Hidrosefalus tekanan khas atau membesarnya ventrikel otak yang dapat menyebabkan hilangnya ingatan
Berikut adalah penyebab demensia yang tidak dapat disembuhkan:
1. Penyakit Alzheimer adalah rupa demensia yang paling umum, berjumlah kira-kira dua-pertiga dari semua kasus yang telah terjadi. Penyakit ini menyebabkan berkurangnya kemampuan kognitif secara berangsur-angsur, sering bermula dengan kehilangan daya ingat. Memburuknya penyakit alzheimer berlangsung secara perlahan, 8-10 tahun. Para penderita alzheimer biasanya menunjukan gejala kesulitan untuk mencari kata-kata yang tepat ketika ingin berbicara dan mudah lupa.
2. Demensia Vaskular penyebabnya di karenakan kerusakan otak akibat kurangnya aliran darah ke otak, yang menyebabkan kematian beberapa sel otak dan stroke . Demensia biasa terjadi pada orang yang menderita tekanan darah tinggi dan pasien yang mempunyai riwayat stroke atau serangan jantung.
3. Demensia Lewy Body Ini merupakan salah satu jenis demensia yang masih belum dapat di sembuhkan. Gejala utama yang muncul adalah halusinasi visual dan gejala penyakit patkinson seperti getaran pada tangan dan otot kaku. Penderita demensia Lewy Body dapat mengalami gangguan tidur, termasuk melakukan kegiatan saat bermimpi.
4. Demensia Frontotemporal sel-sel otak yang berada pada lobus transient dan frontal atau daerah depan mengalami penurunan fungsi, yang berakibat pada kelainan perilaku, bahasa, serta kesulitan dalam berpikir, berkonsentrasi dan bergerak.


Berbagai Jenis Demensia
Jenis demensia bergantung pada penyebabnya yang merupakan gangguan organ tubuh akibat penyakit degeneratif. Di samping kerusakan otak yang menyebabkan penyakit alzheimer, beberapa jenis demensia lain adalah:
1. Demensia vaskuler
Merupakan gangguan kognitif yang terjadi pada penderita stroke dan sering tidak disadari oleh seseorang. Penderita stroke yang sudah pulih dari stroke, tidak mengalami kelumpuhan, atau bahkan belum terdiagnosis stroke dapat mengalami demensia. Penyebab utamanya adalah tersumbatnya pembuluh darah otak dan pendarahan pada otak. Gejala demensia pada penyakit stroke tergantung pada bagian otak yang terkena stroke.

Gejala Demensia Vaskuler yang muncul dapat berupa:
1. Gangguan ingatan sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari
2. Kesulitan berbicara dan mengerti perkataan
3. Kesulitan mengenali bentuk dan suara
4. Kebingungan
5. Perubahan mood dan kepribadian
6. Kesulitan berjalan sehingga sering terjatuh saat sedang mencoba berjalan


2. Lewy bodies demensia (LDB)
Lewy bodies merupakan istilah untuk penumpukan protein alpa-synuclein pada bagian korteks otak. Kondisi ini akan menyebabkan perubahan pada otak dan mengakibatkan seseorang mengalami demensia. Beberapa gejala yang mungkin terjadi adalah:
1. Kesulitan tidur gejala awal yang umumnya disebabkan kondisi Lewy bodies
2. Kesulitan berpikir jernih, membuat keputusan dan konsentrasi
3. Kesulitan mengingat seuatu
4. Sering berhalusinasi
5. Melamun dengan tatapan kosong alpha-synuclein terjadi pada range dalam otak yang disebut
6. Kesulitan untuk bergerak, tubuh bergetar dan cenderung lambat dalam bergerak
7. Demensia pada penyakit Parkinson


3. Demensia yang terjadi pada penyakit patkinson
demensia yang penyebabnya adalah kerusakan sel otak seperti pada LDB, namun penumpukan protein alpha-synuclein terjadi pada range dalam otak yang disebut substantia nigra dapat menyebabkan rusaknya saraf otak yang berfungsi untuk menghasilkan dopamin. Gejala demensia jenis ini sama dengan gejala LDB dan biasanya muncul setelah 10 tahun mengalami penyakit parkinson.
4. Demensia campuran
Merupakan jenis demensia yang disebabkan oleh beberapa penyakit yang menimbulkan gejala demensia. Demensia campuran biasanya disebabkan oleh penumpukan protein pada otak seperti pada kasus LBD dan penyumbatan aliran darah otak seperti pada demensia vaskuler. Gejala yang ditimbulkan sesuai dengan gangguan yang menyebabkan demensia pada individu.
5. Demensia frontotemporal
Penyebab utama dari demensia jenis ini adalah kerusakan sel pada bagian depan otak dikarenakan penumpukan protein dan berbagai penyakit otak yang disebabkan protein TDP43. Gejala utama dari demensia frontotemporal adalah gangguan perilaku disertai gejala yang mirip dengan LDB.
6. Penyakit Huntington
Penyakit Huntington berasal dari kelainan genetik yang menyebabkan seseorang mengalami gejala demensia yang muncul pada usia 30 – 50 tahun, ciri cirinya di antaranya:
1. Gangguan berpikir dan mengingat
2. Gangguan dalam membuat perencanaan dan mengorganisir sesuatu
3. Gangguan berkonsentrasi

7. Demensia Creutzfeldt-Jakob
Demensia yang di akibatkan gangguan otak yang disebabkan oleh suatu protein prion yang berakibat otak seseorang berubah menjadi bentuk yang tidak ordinary dari biasanya. Kondisi inilah yang menyebabkan gejala demensia. Paparan protein prion pada otak akan menyebabkan gejala demensia semakin memburuk dengan sangat cepat. Gejala yang di akibatkan di antaranya:
1. Mengalami gangguan dalam berpikir
2. Mengalami Kebingungan
3. Perubahan Mood
4. Depresi
5. Otot bergerak tidak biasa
6. Sulit untuk tidur
7. Kesulitan untuk berjalan


8. Hydrocephalus tekanan biasa
Demensia jenis ini disebabkan oleh penumpukan cairan pada otak. Gejala yang ditimbulkan antara lain:
1. Kesulitan berjalan
2. Kesulitan berpikir dan berkonsentrasi
3. Berubahnya kepribadian dan perilaku
4. Gejala demensia akan menurun keparahannya dengan mengeluarkan cairan berlebih di dalam otak.
5. Sindrom Wernicke-Korsakoff
Gangguan ini biasanya dialami oleh seseorang yang sudah mengkonsumsi alkohol dalam jangka waktu yang cukup lama akibatnya otak mengalami kekurangan vitamin B1. Gejala yang di akibatkan hanya berkaitan dengan gangguan ingatan, sedangkan kemampuan kognitif lainnya tetap berjalan biasa.



Gejala umum saat Demensia
Demensia mempengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda, tergantung pada dampak dari penyakit dan kepribadian seseorang sebelum mengalami sakit tersebut. Tanda-tanda dan gejala terkait dengan demensia dapat dipahami dalam tiga tahap.. Berikut adalah tanda-tanda demensia:
Tahap awal: tahap awal demensia sering diabaikan, karena awalnya sebagian orang menganggap hal tersebut hal yang biasa. Berikut adalah gejalanya
1. Mulai Sering lupa
2. Seperti kehilangan waktu
3. Merasa tersesat di tempat yang commonplace.
Tahap Tengah: saat demensia berkembang ke tahap tengah, tanda-tanda dan gejala menjadi lebih jelas dan lebih meyakinkan. Berikut adalah gejalanya:
1. Cepat melupakan kejadian yang baru terjadi dan nama orang lain
2. Merasa di tempat asing ketika berada di rumah.
3. Memiliki kesulitan untuk berkomunikasi
4. Membutuhkan perawatan pribadi
5. Mengalami perubahan perilaku
Tahap Terakhir: Pada tahap ini penderita demensia mengalami gangguan ingatan yang semakin serius dan tanda fisik semakin jelas:
Berikut gejala umumnya:
1. Sering Tidak menyadari waktu dan tempat
2. Mengalami kesulitan mengenali kerabat dan teman
3. Sangat membutuhkan perawat pribadi
4. Mengalami kesuiltan untuk berjalan


Fakta Tentang Demensia:
1.Demensia adalah sindrom di mana ada berkurangnya memori, berpikir, perilaku dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
2. Meskipun demensia terutama mempengaruhi orang tua, itu bukan bagian typical dari penuaan.
3. Di seluruh dunia, 47,5 juta orang mengalami demensia dan ada 7,7 juta kasus baru setiap tahun.
4.Penyakit Alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia dan dapat berkontribusi 60-70% kasus.
5.Demensia adalah salah satu penyebab utama kecacatan dan ketergantungan antara orang-orang tua di seluruh dunia.
6.Demensia memiliki dampak fisik, psikologis, sosial dan ekonomi pada perawat, keluarga dan masyarakat.


Pengobatan untuk penderita Demensia
Seseorang yang di diagnosa mengalami demensia, dibutuhkan waktu untuk benar-benar mempelajari gejala yang timbul. Hal pertama yang dapat dilakukan ialah berkonsultasi dengan dokter umum.
Pemeriksaan meliputi penyelidikan terhadap kegiatan keseharian pasien, dan kapan gejala-gejala tersebut timbul. Pemeriksaan fisik laboratorium, dan mental pasien juga dibutuhkan untuk mendiagnosa demensia.
Ketika demensia sudah terdiagnosis, segeralah merujuk ke dokter agar segera mendapatkan penanganan


Tag: stroke, demensia, lansia, penyakit kronis, mencegah penyakit stroke, obat stroke, perawat orang tua,pikun,rumah jompo,rumah jompo elit,rumah lansia,rumah orang tua
senior care,senior living,senior living bandung,senior living indonesia,senior living jakarta,usia lanjut,wulan,Leuweung Geulis,Beth kasegaran,Hotel Senior,panti jompo mewah,alzheimer,caregiver,d'khayangan,demensia,lanjut usia,lansia




Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "penyebab demensia dan metode pengobatan yang tersedia"

Posting Komentar