Tips untuk Mencegah Osteoporosis dan metode pengobatannya




Definisi penyakit Osteoporosis
Osteoporosis adalah Penyakit yang menyebabkan kepadatan pada tulang menurun, sehingga bisa menyebabkan tulang menjadi keropos dan retak. Osteoporosis biasanya baru diketahui saat retak pada tulang di temukan saat pasien terjatuh. Kasus yang banyak di temukan pada pasien osteoporosis ialah Retak tulang pada pergelangan tangan, tulang pinggul, dan tulang belakang.


Penderita Osteoporosis di Indonesia

Di Indonesia, sebanyak 53 persen wanita berusia 70 sampai 80 tahun mengidap osteoporosis, berdasarkan hasil penelitian para ahli pada tahun 2006. Penyakit osteoporosis 4 kali lipat beresiko terjadi pada wanita di bandingkan dengan pria.
Meski secara umumnya osteoporosis dialami oleh wanita menopause, osteoporosis juga dapat terjadi pada pria, wanita usia muda, dan juga kepada anak-anak. Kekurangan kalsium di duga menjadi penyebab banyaknya yang mengalami osteoporosis di Indonesia.

Apa Saja Gejala Osteoporosis?
Pada awalnya tidak ada tanda tanda khas yang menandakan menurunnya kepadatan tulang. Namun apabila di temukan beberapa kondisi seperti berikut bisa jadi anda terkena osteoporosis, yaitu sakit punggung, postur tubuh menjadi bungkuk, badan menjadi terlihat lebih pendek, lebih sering mengalami mengalami sakit di bagian tulang.
Terjadinya pengurangan kepadatan yang di alami tulang dapat menyebabkan tulang rawan retak. Kondisi tersebut biasanya terjadi pada bagian , pergelangan tangan, tulang belakang, lengan, atau tulang pangkal paha.
Faktor Risiko Berkembangnya Osteoporosis
Tulang Anda dapat terus beregenerasi dari waktu ke waktu. Ini menandakan bahwa tulang yang telah rapuh akan di perbaharui dengan tulang baru. Saat kita masih jadi anak kecil, tulang kita tumbuh dan mampu bergenerasi dengan cepat.
Pada saat usia antara 16 sampai 18 tahun, tulang secara perlahan akan berhenti tumbuh, tetapi massa tulang akan terus bertambah sampai pada saat usia akhir 20-an. Namun proses ini melambat seiring deng an pertambahan usia manusia.
Secara perlahan, kepadatan tulang akan makin berkurang dan proses ini dimulai sekitar umur 35 tahun.
Kurangnya mengkonsumsi makanan/minuman yang mengandung banyak kalsium menjadi salah satu


Penyebab paling besar terjadinya osteoporosis di Indonesia.

Selain usia lanjut, berikut merupakan beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya osteoporosis:

1.Terdapat riwayat penyakit osteoporosi yang di alami oleh anggota keluarga
2.Terlalu sering mengkonsumsi minuman beralkohol dan merokok
3.Penyakit yang menyerang kelenjar tiroid yang terlalu aktif
4.Malabsorpsi (kondisi dimana usus tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan)
5.Memakai obat dalam jangka panjang yang dapat memengaruhi kadar hormone dan kekuatan tulang, seperti konsumsi prednisolon secara berkelanjutan.
6.Kondisi-kondisi yang diakibatkan oleh peradangan pada organ tubuh, seperti rheumatoid arthritis, penyakit paru obstruktif kronis/COPD), dan penyakit Crohn.
Cara Mendiagnosa Penyakit Osteoporosis
Memeriksa Kepadatan Tulang
Dual energy X-ray absorptiometry/DEXA scan adalah metode pemeriksaan yang paling umum untuk memeriksa risiko keretakan tulang. Pada proses Prosedur ini tidak menyebabkan rasa sakit dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, ada juga FRAX, menggunakan algoritma untuk mengetahui resiko patah tulang dalam waktu 10 tahun kedepan


Mengurangi Risiko Terkena Osteoporosis

Semua orang dapat mengurangi resiko terkena penyakit osteoporosis.di mulai dengan dengan sesegera mungkin menerapkan pola hidup dan makan sehat disertai dengan melakukan olahraga secara rutin. Perbanyak konsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin D dan kalsium.jika anda adalah seorang perokok, mulai kurangi rokok yang anda hisap jika anda masih belum bisa berhenti sepenuhnya dan juga berhenti untuk meminum minuman beralkohol.

Mencegah Keretakan Tulang

Pasien pengidap osteoporosis secara umum di sarankan untuk mengkonsumsi obat obatatan untuk memulihkan tulang yang retak. Pilihan jenis pengobatan osteoporosis yang diberikan tergantung dari tingkat kemungkinan keretakan tulang Anda. Hal ini didasarkan pada sejumlah data seperti hasil pemeriksaan DEXA dan usia Anda.

Bagi Anda yang telah didiagnosis mengalami osteoporosis, penting bagi anda untuk tetap menjaga tulang anda dari cidera atau kegiatan lainnya yang beresiko bagi tulang.Bagi pengidap yang telah memasuki usia lanjut disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Menata lingkungan di sekitar rumah sehingga dapat menyebabkan .

Jika Anda merasakan terjadinya keretakan pada tulang, ada beberapa cara yang bisa di lakukan untuk membuat anda segera pulih. Sebagai contoh perawatan dengan mandi menggunakan air hangat atau menyiapkan kantong kompres dingin. Relaksasi juga bisa membantu proses pemulihan.
konsultasikan kepada dokter mengenai cara menjalani hidup saat mengalami osteoporosis.
Penanganan osteoporosis mengutamakan langkah-langkah untuk menghindari penderita jatuh maupun mengalami keretakan. Berikut ini adalah langkah-langkah awal yang disarankan bagi penderita osteoporosis, serta orang-orang lanjut usia, atau berisiko terhadap kondisi berikut ini.

a.  Jaga tubuh Anda tetap bugar dan sehat dengan olahraga dan mengatur pola makan. Tubuh yang aktif dapat membantu Anda tetap bebas bergerak dan mengurangi risiko terjatuh serta mengalami keretakan yang terjadi pada tulang.

b. Segera konsultasi dengan dokter anda jika anda merasakan sulit untuk berjalan atau sulit berdiri dengan tegap. Dokter akan mendiskusikan tindakan pencegahan agar Anda tidak merasa sakit/cidera saat beraktivitas. ini di rekomendasikan agar mengurangi dan meminimalkan penyebab cedera seperti kualitas penglihatan, penggunaan obat-obatan, serta kekuatan otot dan keseimbangan.

c. Saat anda memasuki . Meski demikian, kondisi ini bukan tidak bisa dihindari. Ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko retak tulang yang dapat terjadi akibat jatuh.

Mengenal Pengobatan untuk Osteoporosis

Jika tulang Anda mengalami keretakan atau Anda seorang penderita osteoporosis, Anda memerlukan penanganan yang dapat mengurangi risiko terjadinya keretakan yang lebih parah di masa mendatang.
Pilihan penanganan osteoporosis yang akan diberikan ditentukan berdasarkan usia, kepadatan tulang, dan faktor risiko keretakan.
Anda mungkin tidak mau mengkonsumsi obat-obatan untuk mengobati osteoporosis, tapi Anda tetap memerlukan banyak kadar kalsium dan vitamin D. setelah melakukan konsultasi mungkin Dokter akan menyarankan merubah pola makan anda dan merekomendasikan anda untuk mengkonsumsi suplemen untuk memenuhi kebutuhan ini.


Tag: stroke, demensia, lansia, penyakit kronis, mencegah penyakit stroke, obat stroke, perawat orang tua,pikun,rumah jompo,rumah jompo elit,rumah lansia,rumah orang tua
senior care,senior living,senior living bandung,senior living indonesia,senior living jakarta,usia lanjut,wulan,Leuweung Geulis,Beth kasegaran,Hotel Senior,panti jompo mewah,alzheimer,caregiver,d'khayangan,demensia,lanjut usia,lansia


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Tips untuk Mencegah Osteoporosis dan metode pengobatannya"

Posting Komentar