Apa itu Pikun?
Penyakit kepikunan ditandai dengan hilangnya ingatan atau kesulitan seseorang untuk memperoleh informasi yang sudah tersimpan di dalam otak. Meskipun kepikunan adalah bagian umum dari penuaan, kondisi ini juga dapat berupa sebuah gejala penyakit atau efek samping dari konsumsi obat-obatan atau suatu tindakan.Otak adalah bagian tubuh yang paling rumit yang bertanggung jawab untuk berbagai proses yang sama kompleksnya, termasuk bagaimana otak bekerja menyimpan dan menampilkan ingatan. Ingatan sangat penting karena ingatan adalah dasar dari proses pembelajaran. Seseorang yang “lupa” bagaimana cara makan dapat terjangkit malnutrisi dalam jangka panjang. Ingatan jangka pendek perlu waktu sebelum bisa diproses oleh hippocampus. Hippocampus adalah bagian otak yang sangat memerlukan bantuan dari bagian otak lainnya yang mengatur kinerja pancaindera kita, agar ingatan dapat diubah menjadi bentuk ingatan yang “utuh”. Misalnya, seorang wanita yang sudah pernah melahirkan akan menciptakan sebuah ingatan jangka panjang yang terdiri dari apa yang ia lihat, dengar, dan rasakan selama proses melahirkan.
Karena hubungan ini dibuat oleh sistem saraf, polanya menjadi tetap. Dengan cara ini, jika sesuatu membuat seseorang ingat akan suatu ingatan – misalnya jika ada suatu foto anak yang baru lahir – semua yang berkaitan dengan hal tersebut akan “dimunculkan” oleh panca indera sebagaimana orang tersebut mengingatnya.
Namun, banyak hal yang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk dapat mengingat suatu informasi ataupun ingatan tertentu.
Penyebab Pikun
Ingatan dapat dipengaruhi oleh proses penuaan. Semakin tua seseorang, berbagai macam proses dan reaksi kimia terjadi pada beberapa organ vital, salah satunya adalah otak. Perubahan ini di sisi lain dapat mempengaruhi bagian pada otak yang bertanggung jawab dengan sistem saraf panca indera dan ingatan. Ini dapat menjelaskan bagaimana orang yang usianya lebih uta lebih sulit belajar hal yang baru atau mengingat informasi yang baru.Di sisi lain, penyakit ini dapat disebabkan oleh:
-
Dementia: Dementia adalah sebuah istilah yang luas
yang menyangkut kerusakan atau cedera pada otak yang dapat membuat otak
tidak dapat mengingat ingatan dan keahlian hidup seperti cara
berkomunikasi atau cara makan. Salah satu jenis dementia adalah penyakit
Alzheimer. Meskipun dementia sudah diketahui untuk beberapa waktu,
sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang ampuh. Ditambah lagi,
penyakit ini bersifat progresif, sehingga pilihan yang bisa dilakukan
terbatas dalam cara bagaimana kerusakan yang dialami otak dapat
diminimalisir sampai sekecil mungkin. Penyebab pasti dementia juga
sampai saat ini belum diketahui. Misalnya, ada beberapa ahli yang
berteori bahwa penyebab terjadinya Penyakit Alzheimer adalah karena
timbunan kekusutan jaringan otak atau timbunan lemak. Namun, sampai saat
ini para ahli tersebut belum dapat memahami bagaimana timbunan tersebut
dapat muncul. Jenis penyakit dementia lain yang populer adalah yang
vaskular, yang membuat terjadinya infeksi atau penggumpalan darah, yang
menghambat aliran darah ke dalam otak. Sebagai akibatnya, saraf dan
jaringan otak dapat menjadi rusak.
-
Amnesia: Juga dikenal sebagai sindrom amnesic,
adalah kondisi yang ditandai dengan kehilangan ingatan setelah suatu
kejadian yang mengakibatkan trauma, seperti kecelakaan atau cedera.
Tidak seperti yang dipahami pada umumnya, amnesia tidak menyebabkan
lupanya seseorang atas identitas dirinya sendiri. Namun, orang tersebut
dapat mengalami kesulitan dalam mengingat kejadian sebelum trauma
tersebut atau juga dapat kesulitan mengigat ingatan jangka pendek
setelah kecelakaan terjadi.
-
Obat-obatan: Beberapa jenis obat-obatan, seperti
obat antidepresan diketahui dapat mengubah susunan kimia otak, yang
akhirnya dapat mempengaruhi kemampuan organ tersebut untuk menyimpan dan
mengingat suatu ingatan.
-
Gaya hidup: Gaya hidup seseorang dapat menyebabkan
terjadinya kepikunan. Belakangan ini ditemukan bahwa dalam tidur, otak
menampilkan ulang aktivitas yang dilakukan sepanjkang hari di saat
sistem saraf membangun hubungan baru. Namun untuk dapat melakukan ini,
seseorang harus dalam keadaan tidur yang sangat nyenyak. Kekuatan
menyimpan ingatan juga dapat dipengaruhi oleh kurangnya vitamin B12,
kebiasaan merokopk, dan minum minuman beralkohol.
Gejala Utama Pikun
Kebiasaan melupakan hal-hal tertentu tidak harus membuat panik seseorang. Pada dasarnya, seseorang perlu berkonsultasi dengan dokter jika :- Kesulitan mengingat ingatan dalam jangka pendek
- Kesulitan dalam meingingat nama atau mengenali wajah
- Tersesat di lokasi yang sudah familiar
- Mengalami kebingungan
- Kehilangan keahlian secara berangsur-angsur
- Kesulitan berbicara atau omongan yang terlalu rumit
- Kebiasaan mengulang suatu informasi
- Sering menanyakan pertanyaan yang sama
Siapa yang Harus Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia
Biasanya, kepikunan, terutama yang disebabkan oleh suatu penyakit, dapat terjadi secara berangsur-angsur dan membuat ketika penyakit tersebut ditemukan, biasanya kondisinya sudah sampai ke tahap lanjutan. Dalam penelitan terkini, ditemukan bahwa penyakit Alzheimer dapan muncul pada usia 60 sampai 75 tahun, tetapi kerusakan yang terjadi pada otak sebenarnya sudah dimulai dari 20 tahun sebelumnya.Salah satu cara terbaik untuk mengatasi masalah kepikunan yang diakibatkan oleh penyakit adalah dengan cara melakukan pemeriksaan teratur, termasuk juga tes darah. Pengujian ini dapat menampilkan masalah kesehatan yang berpotensi mempengaruhi otak. Salah satunya adalah tekanan darah tinggi. Seseorang juga perlu lebih memperhatikan tanda-tanda yang mungkin tidak terlalu tampak, seperti tanda-tanda perubahan sikap seseorang atau semakin sulitnya seseorang meningat informasi tertentu. Perawatan dari penyakit kepikunan ini tergantung dari penyebab aktualnya. Jika masalahnya disebabkan oleh usia, orang tersebut dapat mengatasinya dengan cara:
- Menuliskan peristiwa atau tugas-tugas yang perlu dilakukan dalam sebuah jurnal atau catatan tertentu.
- Mengikuti aktivitas yang memerlukan kinerja otak secar penuh, seperti menulis, membaca, mengingat puisi, atau menjawab teka-teki silang
- Menceritakan ingatan sesering mungkin
- Mengatasi penyebabnya, yaitu dengan mengobati penggumpalan darah atau infeksi
- Mengkonsumsi obat-obatan seperti obat antipsikotropika, menantine hydrocloride dan penghambat Aricept
- Mengatasi depresi, yang biasanya menyerang seseorang yang terjangkit dementia
- Tidur yang cukup
- Menghindari konsumsi minuman beralkohol secara berlebih
- Berhenti merokok
- Mengurangi rasa stress dan kecemasan
- Selalu menjaga kesehata
Belum ada tanggapan untuk "PIKUN - Pengertian, Penyebab, Gejala, Jenis pengobatan"
Posting Komentar